Tanaman Herbal ini Menghancurkan 98% Sel Kanker Kurang dari Sehari

By | May 4, 2017
Tanaman Herbal ini Menghancurkan 98% Sel Kanker Kurang dari Sehari

Tanaman Herbal ini Menghancurkan 98% Sel Kanker Kurang dari Sehari

Tanaman Herbal ini Menghancurkan 98% Sel Kanker Kurang dari Sehari – Kanker adalah penyakit yang paling ditakuti oleh beberapa orang, karena penanganannya yang rumit dan obat-obat penyembuh kanker masih sulit ditemukan. Kanker dapat menyebar merusak sel-sel atau organ-organ tubuh yang penting. Ini adalah cara pengobatan kanker dengan Artemisinin jika di Indonesia dinamakan Daun Kenikir atau ulam raja yang dapat menghancurkan sel kanker kurang dari sehari lebih lebih tepatnya selama kurang dari 16 jam.

Seperti yang dilansir oleh naturalsociety.com Menurut penelitian dalam edisi Life Sciences , artemesinin adalah turunan dari tanaman apsintus digunakan dalam pengobatan Cina yang dapat menghancurkan 98% sel-sel kanker payudara dalam waktu kurang dari 16 jam. Ramuan sendiri menyebabkan penurunan 28% di sel kanker payudara. Manfaat lainnnya, sel normal tidak terkena dampak negatif dalam percobaan dengan pengobatan ini.

Pengobatan Kanker dengan tanaman herbal 98% Terbukti ampuh

Pengobatan Kanker dengan tanaman herbal 98% Terbukti ampuh

Cara Pengobatan Kanker dengan Artemisinin telah digunakan di masa lalu sebagai ramuan anti-malaria yang kuat, tetapi sekarang telah terbukti menjadi kanker tempur, juga. Ketika subyek dalam penelitian yang diberi suplemen zat besi, yang sering terakumulasi dalam jaringan payudara tapi khususnya di sel-sel kanker, artemisinin yang mampu selektif menargetkan sel-sel ‘buruk’ dan meninggalkan sel ‘baik’ saja.

Secara keseluruhan, hasil kami menunjukkan bahwa gangguan artemisinin dari E2F1 ekspresi faktor transkripsi memediasi penangkapan siklus sel sel kanker payudara manusia dan merupakan jalur transkripsi kritis dimana artemisinin mengontrol pertumbuhan sel kanker reproduksi manusia.

Ekstrak telah digunakan selama ribuan tahun di Cina untuk mengobati malaria. Penyakit malaria dapat teratasi dengan artemisinin karena mereka kaya akan zat besi, tetapi pengobatan kanker ini dapat bekerja dengan baik untuk sel-sel kanker, juga.

Bioengineers Henry Lai dan Narendra Singh dari University of Washington, Seattle adalah ilmuwan yang awalnya membuat penemuan ini.

Ekstrak Apsintus yang manis agak sulit untuk mendapatkan harga yang pas untuk penduduk yang tak terhitung jumlahnya, sekarang dalam proses untuk dapat diproduksi secara massal oleh biotek. Produsen obat Perancis Sanofi diharapkan untuk membuat 50 sampai 60 ton artemisinin setiap tahun, berusaha untuk menyediakan cukup permintaan untuk pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *